Pertanian

Transformasi Penyuluhan Pertanian: 31 Ahli Sulteng Perkuat BRMP untuk Akselerasi Ketahanan Pangan Nasional

Sebagai bagian dari strategi konsolidasi nasional, tiga puluh satu tenaga penyuluh pertanian dari Sulawesi Tengah kini secara resmi mengintegrasikan keahlian mereka ke dalam Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), membentuk sinergi baru untuk mendorong target swasembada pangan berkelanjutan.

Penulis:salsa maelani
7 Januari 2026
Transformasi Penyuluhan Pertanian: 31 Ahli Sulteng Perkuat BRMP untuk Akselerasi Ketahanan Pangan Nasional

Dalam upaya strategis mempercepat pencapaian target swasembada pangan berkelanjutan pada tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan konsolidasi sumber daya manusia kunci. Sebanyak 31 penyuluh pertanian yang berpengalaman dari berbagai kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi telah diintegrasikan ke dalam struktur Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP). Langkah ini bukan sekadar penambahan personel, melainkan sebuah transformasi sistemik dalam pendekatan penyuluhan pertanian nasional.

Integrasi ini menandai pergeseran paradigma menuju model penyuluhan yang lebih terpusat dan terkoordinasi di bawah payung Kementerian Pertanian. Dengan sentralisasi ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam efektivitas diseminasi inovasi dan teknologi pertanian modern kepada para petani di lapangan. Penyederhanaan alur koordinasi ini dirancang untuk meminimalisasi redundansi, mempercepat respons terhadap kebutuhan di tingkat tapak, dan memperluas cakupan dukungan teknis untuk peningkatan produksi.

Kementerian Pertanian menempatkan penyuluh sebagai aset strategis utama dalam peta jalan modernisasi sektor agraris. Peran mereka dinilai krusial sebagai jembatan penghubung antara kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi terkini, dan praktik di lahan pertanian. Keahlian para penyuluh ini diharapkan dapat mendorong adopsi metode budidaya yang lebih produktif, efisien dalam penggunaan sumber daya, dan berkelanjutan secara lingkungan, yang pada akhirnya berkontribusi langsung terhadap pencapaian target ketahanan pangan nasional.

Keikutsertaan para penyuluh Sulteng dalam BRMP juga diproyeksikan akan memperkuat ekosistem kolaborasi di wilayah tersebut. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat menghubungkan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, peneliti, pelaku industri, hingga kelompok tani—dalam satu platform kolaboratif yang solid. Fokusnya adalah menciptakan percepatan modernisasi pertanian di Sulawesi Tengah, sebuah wilayah dengan potensi agraris yang signifikan, sehingga dapat menjadi salah satu penopang utama dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 03:19
Diperbarui: 18 Januari 2026, 07:39