musibah

Perjalanan Terakhir di Labuan Bajo: Pelatih Valencia CF Ditemukan di Perairan Komodo Setelah Pencarian Intensif

Operasi SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martin Carreras, pelatih tim wanita Valencia CF, di kawasan Taman Nasional Komodo. Identifikasi dilakukan keluarga melalui atribut pakaian yang dikenakan korban.

Penulis:khoirunnisakia
7 Januari 2026
Perjalanan Terakhir di Labuan Bajo: Pelatih Valencia CF Ditemukan di Perairan Komodo Setelah Pencarian Intensif

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur — Setelah berhari-hari pencarian intensif di perairan eksotis Taman Nasional Komodo, tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) akhirnya berhasil menemukan jenazah Fernando Martin Carreras. Pelatih sepak bola wanita klub ternama Spanyol, Valencia CF, ini sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di kawasan wisata dunia tersebut.

Proses identifikasi jenazah yang ditemukan di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini dilakukan melalui pengenalan visual oleh keluarga. "Keluarga korban dapat mengidentifikasi melalui celana berwarna merah yang masih melekat pada jenazah," jelas Fathur Rahman, Koordinator Misi SAR Basarnas Kantor Maumere, dalam keterangan resminya Senin (5/1/2026).

Operasi pencarian yang melibatkan berbagai elemen ini merupakan kolaborasi antara tim penyelam profesional, kapal-kapal SAR, dan aparat keamanan setempat. Setelah ditemukan, jenazah segera dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi forensik lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Fernando Martin Carreras dikenal sebagai salah satu pelatih muda berbakat dalam perkembangan sepak bola wanita Eropa. Kehadirannya di Indonesia, khususnya di Labuan Bajo yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, masih menjadi fokus penyelidikan pihak berwenang. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden memilukan ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh otoritas terkait.

Basarnas menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan jenazah telah dilakukan sesuai protokol standar dengan koordinasi penuh antara instansi pemerintah, pihak kedutaan, dan keluarga almarhum. Temuan ini mengakhiri fase pencarian yang telah mengerahkan sumber daya manusia dan peralatan khusus untuk menelusuri perairan Komodo yang dikenal memiliki arus kompleks.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan di kawasan wisata bahari sekaligus mengingatkan akan karakteristik perairan Indonesia yang membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi wisatawan asing yang mungkin belum sepenuhnya memahami kondisi lokal.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 03:19
Diperbarui: 18 Januari 2026, 08:39