Anggota DPRD Minta Pemprov Fokus Benahi Tata Ruang dan Drainase Guna Atasi Banjir Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menekankan pentingnya perbaikan struktural lingkungan seperti normalisasi sungai dan pengendalian alih fungsi lahan agar banjir Jakarta tidak terus berulang.
%3Astrip_icc()%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F5296987%2Foriginal%2F052479900_1753665279-WhatsApp_Image_2025-07-28_at_08.05.00.jpeg&w=1600&q=75)
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengatakan, banjir di wilayahnya bukan hanya akibat curah hujan yang tinggi, melainkan lingkungan juga perlu diperhatikan.
"Banjir yang terjadi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan tata ruang, dan lingkungan di Jakarta masih membutuhkan perhatian serius, serta penanganan yang berkelanjutan," kata dia, dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).
Menurut Kenneth, pemerintah dilarang menutup mata terhadap berbagai persoalan struktural yang masih terjadi di lapangan, dimulai dari sistem drainase yang belum optimal, pendangkalan sungai, hingga alih fungsi lahan yang tak terkendali.
Pasalnya, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dampak yang terjadinya langsung terhadarp keselamatan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat.
"Saya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," ujar Kenneth.
Dia pun mengusulkan dalam skala jangka pendek, meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan seluruh perangkat daerahnya siaga penuh di lapangan, normalisasi dan pembersihan saluran air harus segera dilakukan, termasuk penyedotan genangan di beberapa titik rawan banjir.
Selain itu, diberikan posko pengungsian yang layak dan penyediaan kebutuhan dasar seperti air bersih, onat-obatan, hingga perlengkapan untuk bayi dan lansia perlu diperhatikan secara khusus.
Artikel Terkait
PolitikKetika Tokyo Berbisik 'Selamat Datang': Malam yang Mengubah Cara Pandang Kita tentang Diaspora
PolitikSinyal Bahaya di Balik Kemilau Bank Jakarta: Pelajaran Berharga untuk Kita Semua
PolitikKetika Negeri Sakura Berbisik: Sebuah Refleksi tentang Daya Ikat Bangsa di Tengah Jauhnya Jarak
PolitikKetika Bank Berpesta: Pelajaran Berharga tentang Prioritas dari Sorotan Justin PSI
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jabodetabek Terkini.




